Baru saja akau menyelesaikan kuliah siang dan bersiap untuk pulang, sengaja aku mampir ke UKS untuk mengatakan kalau aku akan pulang terlebih dahulu ke rumah pada Grale.
"Tumben ga ada" sangat tidak wajar pikirku saat itu.
akhirnya aku berjalan ke arah tempat parkir untuk mengambil mobilku.
Tiba-tiba apa yang ku temui? tentunya 2 orang anak kembar yang aku sendiri tak mengerti kenapa mereka bisa ada di kampusku..
"Aniue! jajanin makan siang dong" Plio yang berbicara to the point
"Kenapa kalian ada di sini ?" tanyaku
"Tak boleh ?" Klio berkata sinis
"Ya bukannya ga boleh, cuma aneh aja gitu"
"Ga ada gawe" mereka berdua menjawab
"Kuliah ?"
"Mabal" kembali mereka menjawabku dengan sangat singkat
"Jadi jajanin makan siang dong" Plio kembali memintaku
"Kenapa ga ke Grale? dia lebih tua dariku" aku protes
"Dia tidak bisa di andalakan, lagi pula dia kan bekerja, uangnya di simpan untuk kepentingan dan kebutuhannya sendiri, kalau aniue kan masih anak kuliah tinggal minta ke Oyaji dan tinggal serumah"
'memang' pikirku saat itu, aku memang masih di beri uang sama Oyaji. Selain itu aku mendapatkan gaji dari Hallevie san setiap aku membatu di bakery walau tidak terlalu besar, tetapi aku sering membantu, oleh karena itu aku merasa aku mempunyai cukup banyak uang.
hhmm.. mungkin sesekali tidak apa-apa, "Baiklah, kali ini saja tapi" kataku.
Saat makan siang bembicaraan kita cukup menarik, dan ini terkadang terjadi kalau 3 otak membicarakan 1 topik yang sangat menarik, GRALE
"Aaa, aku tadi ke UKS dan aku tidak menemukan Grale di sana"
"Mabal juga"
"Plio, kayaknya itu tidak mungkin sih"
"Ya berarti gaweannya udah beres, gampangkan"
"Hmmm.. bener juga kamu Klio, tapi seingetku kalau Grale tidak punya acara ya dia bakal tetep di UKS tuh"
"Berarti ya ada acara" Plio dan Klio menjawab bersama
"Baiklah baiklah.. atau mungkin dia sedang jalan sama Fumi sensei?" Aaaaaah, Fumi sensei adalah salah satu dosenku di kampus, dia itu dosen design product yang tegas, strict terkadang kasar tapi sangat perhatian pada muridnya, juga jiwa mudanya terlihat sekali, ya namanya juga dosen muda sih. Akhir akhir ini memang terlihat dekat sama Grale, tapi entahlah.
"UWOOOOOOOOOOOO!!!!! ayo kita cek!!" plio berteriak semangat sampai-sampai orang di meja sebelah memperhatikan kita
"Jadi kita selidiki ?" tanyaku yang antusias untuk tahu
"Iseng-iseng aja" Klio menambahkan
"Setuju !" jawabku
Sehabis menyelesaikan makan siang kita buru-buru ke mobil dan keluar kampus, yang pertama kali kita pikirkan adalah mall-mall di sekitar kampusku, tapi tak terlihat motor NINJA berwarna HITAM di manapun.
Aku beranggapan bisa saja di rumahnya Fumi sensei, aku menanyakan alamat rumah Fumi sensei kepada temanku yang kebetulan masih di kampus dan mencari datanya di ruangan Fumi sensei.
Setelah mendapatkannya kita langsung pergi menuju rumahnya, dan saat kita sudah berada di komplek perumahan daerah rumah Fumi sensei..
"Setelah di pikir-pikir ada ga ya ?" tanya Plio yang duduk di belakang
"Ya namanya juga untung-untungan" jawabku masih berharap menemukan mereka.
Tiba-tiba suatu hal di luar perkiraan terjadi saat Plio berteriak "ITU GRALE !", pada motor yang baru saja melewati kita.
Aku menghentikan mobil dan melihat ke belakang dan TERNYATA ITU MEMANG GRALE, motor NINJA HITAMnya baru saja lewat dan aku tidak menyadarinya karena terlalu fokus pada jalan dan nomer-nomer rumah yang ku lewati.
"tadi dia menatapku, mata kita berpapasan, dan dia bersama Fumi" Klio yang juga meng'IYA'kan bahwa yang baru saja lewat adalah Grale bersama Fumi.
Aku bergegas memutarkan kemudi dan mengejarnya.
Baru sekali itu aku melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi dan drift di setiap belokan di komplek perumahan.
Bahaya memang, tapi berfikir dapat 'mergokin' Grale bersama dengan Fumi membuatku bersemangat untuk mendekati dan mengerjar mereka.
Sepertinya Grale tau bahwa mobil yang barusan dia lewati adalah mobilku, tentu saja.. mobil Mustang GT 2008 berwarna biru tua mana lagi kalau bukan milikku. Aku merasakan Grale menambah kecepatan motornya sehingga agak sulit untukku mengejarnya sampai-sampai pengejarannyapun berlanjut sampai ke jalan raya.
Di depan sana aku melihat traffic light dan berharap lampunya berubah merah tepat sebelum grale lewat, ternyata kenyataan tidak sama, lampu tetap berwarna hijau dan Grale melewatinya begitu saja. Terlalu terpaku pada target pengejaran aku tidak sadar lampu berubah merah saat aku lewat. Mobilku bawa cukup kencang sehingga aku dapat melewati traffic light cukup mudah. ternyata di depan ada seorang anak yang sedang nyebrang, aku membanting setir ke kanan dan membantingnya lagi ke kiri. Hampir saja anak itu terserempet, untung saja selamat.
Saat melanjutkan perjalanan aku punya sekilas perkiraan mereka akan menuju arah mana, with a slight possibility I gamble my way and(maaf aku lupa artinya dalam bahasa indonesia) lewat jembatan layang yang memungkinkan agar Grale terkejar olehku
"Oi, oi tadi mereka ke arah sana aniue!" Klio berkata
"Iya aku tau, aku lewat sini biar bisa lebih cepet jalannya. perbedan jarak kita bakal ngurang banyak" aku menjawab yakin, walau sebenernya aku tak yakin.
turun dari jembatan layang aku pun kaget, ternyata mereka hanya berbeda 2 mobil dan 1 truk dari mobil tumpanganku, Plio dan Klio. Ku salip penghalang" itu dan akhirnya sejajar dengan Grale
"Mau ke mana nih?" Klio memulai terlebih dahulu
"emang napa?" Grale melirik sesaat dan terfokus pada jalan lagi
"jawabannya ga rame!" Plio menambahkan
"Oleh-olehnya ya, dan jangan lupa cepet pulang buat masakin makan siang Grale" aku ikutan
"HAHAHAHAHAHAHAHAAAAA" kita bertiga tertawa, puas akan Grale yang tidak bisa berkutik
setelah itu aku membiarkan mereka pergi dan aku pun mengemudikan mobil menuju arah rumah Plio dan Klio untuk mengantar mereka pulang, tidak usah terlalu lama pikirku. Selain berbahaya sejajar terlalu lama di jalan raya, aku tau balasan yang akan di berikan Fumi sensei padaku lusa saat Fumi sensei mengajar di kelasku. Semakin lama aku mergokin mereka semakin lama balasan yang aku dapatkan.
-End-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar