Rabu, 10 November 2010

2


Potrait : First Meet 2
Grale and Fumi

Fumi Point of view~

“ngghhh~”  Aku terbangun dari tidurku karena sinar matahari yang masuk melalui jendela dikamarku…
Pagi yang cerah memang, tapi sejujurnya, aku cukup malas untuk bangun~  yah sudahlah ya, demi mendapatkan gaji, ahahaha. Setelah bersiap-siap, sarapan roti dengan telur dadar, euh kurang memang, yah nanti di kampus sajalah aku makannya, akupun berangkat. Adik dan kakakku sudah berangkat duluan sepertinya, makannya sarapan pun hanya roti dan telur dadar. Ya sudahlah, bukan waktunya membahas soal sarapan, yang penting sekarang adalah MAU, atau Musashino Art University tempatku bekerja. Sebenarnya baru seminggu yang lalu aku di terima bekerja disana, namun baru hari ini aku bekerja. Kenapa? Karena memang begitu perintah dari rektor terhormat, jangan komentar!
Aku pun berjalan menuju stasiun di dekat rumahku yang jaraknya tidak begitu jauh, sekitar 10 menit pun sampai, tapi kalau berlari lebih cepat lagi tentunya, namun tergantung secepat apa kau berlari ‘kan? Sou… Apa sih aku ini, pagi-pagi sudah mengusung topik aneh-aneh lagi.
Akhirnya aku sampai ke stasiun. Dengan berjalan, tidak berlari. Karena sudah kuperhitungkan, dan ternyata dengan berjalan itu tidak akan membuat aku telat, hohoho.
Kubeli tiket yang ukurannya entah kenapa mungil itu, dan sekarang tinggal menunggu kereta yang entah kenapa belum juga datang.
Sudah 10 menit berlalu tapi belum juga datang, benar-benar keterlaluan. “orang Jepang mana yang seperti ini sih!?” batinku dalam hati. Walau membatin, tapi mungkin orang yang berada di sekelilingku dengan jarak yang dekat akan mendengar aku sedang bergumam.
Karena keterlambatan kereta itu cukup membuatku kesal, akupun memain-mainkan kertas tiket itu, seperti yang sudah tidak peduli dengan nasib kertas tiket mungil itu yang bisa terbang terbawa angin kapanpun. Kuputar-putar  kertas itu, dengan kertas yang kujepit dengan jari tengah dan jari telunjuk.
Kadang kutaruh di hidung untuk menghilangkan kebosanan, sambil cukup dipegang oleh satu jari, dan kadang dilepas dengan sengaja.
Dan benar, angin sepertinya menyukai kertas tiket yang kecil itu, tiketku pun terbawa angin!

Bersambung ke Grale point of view 2

1 komentar: