Kamis, 11 November 2010

7


Fumi Point of View 4


Akupun membeli tiket keretaku LAGI dengan uangku yang terakhir, sialnya.  Dan setelah membeli tiket, aku berjalan sempoyongan karena merasa kesal saja, hari ini sudah sial lagi. Tiketnya kupegang dengan hanya 3 jari saja karena aku sudah cukup malas untuk mengurusi tiket itu.
Saat sedang mencari kursi untuk duduk, aku mendengar seperti suara langkah kaki orang yang cukup banyak dari arah belakang ku. Karena merasa masih agak jauh, aku tidak peduli dengan suara berisik itu dan kembali berjalan menuju kursi yang ternyata kutemukan 5 detik setelah melihat kesekeliling.
Suara itu bertambah kencang saja saat aku berjalan menuju kursi yang kutuju itu, dan akhirnya akupun menoleh ke belakang karena rasa ingin tahu telah mengalahkanku. Yang kudapati adalah sekelompok orang-orang berbadan besar dan berotot sedang olahraga jogging, DI STASIUN??!!!
Ngapain mereka olahraga ke stasiun segala??!!! Yang benar saja heiiiii!!!!!!!!!!!!!
Aku tidak habis pikir akan hal ini, petugas stasiun ada api tidak mencegah hal ini??!!! Ataukah, para petugas stasiun itu telah dikalahkan oleh mereka??!!! Aku tidak memikirkan hal itu. Yang kupikirkan sekarang adalah, orang-orang itu menuju ke arahku!!!

“HII~!!! Minggir minggir hei!!!”

Sepertinya mereka tidak mendengar teriakanku yang menurutku sudah keras, karena diawali dengan berteriak. Tapi sepertinya tidak ampuh, dan orang-orang itu berlari melewatiku. Walaupun kubilang melewati, tetapi tetap saja dengan badan mereka yang besar seperti itu, mereka masih tetap bisa menyenggol badanku.

“Aw, aw, hei! Yang benar kalau jalan!!!”

Rombongan pelari itu melihat ke arahku dan hanya mengangkat tangan seperti mengucapkan “hai!” atau semacamnya. Menyebalkan! Tiba-tiba, peganganku terhadap tiketku yang sangat malas untuk kupegang itu tersenggol oleh salah satu anggota rombongan pelari aneh itu.

“DUKK”
“Gyaaaaaa~~!!!!! Tidak lagiiii~!!!!!!!!”

Dan hal yang sama terjadi lagi sama seperti di stasiun sebelumnya, yaitu tiket mungil itu kembali terbawa angin karena tersenggol oleh salah satu dari rombongan pelari itu. Akupun langsung mengejar tiketku itu. Karena kalau tiket ini hilang, maka aku harus berjalan menuju kampus sebab uangku benar-benar sudah tidak akan cukup untuk membeli satu tiket kereta pun, Jadi aku berlari sekuat tenaga sambil berusaha mendorong orang-orang kekar yang tadi menyenggolku itu.Aku cukup kesulitan  Karena berusaha mendorong orang-orang kekar itu, badanku terputar-putar oleh gerakan orang-orang aneh itu, walau aku berusaha untuk keluar dari barisan mereka, tetapi aku tetap tidak bisa keluar dari situasi aneh itu. Pada akhirnya aku terdorong keluar LAGI dengan sendirinya dengan posisi menghadap ke belakang, intinya, terbalik dari arah orang-orang kekar itu berlari. Saat terdorong dengan arah yang terbalik itu, tiket yang dari tadi terbang mengikuti arah orang-orang ini berlari itu ada di atas mereka. Tepat saat terdorong keluar dari barisan, tiket keretaku pun mendarat di tanganku dengan selamat. Tetapi karena aku tidak melihat ke depan, maka aku menabrak seseorang di belakangku…

Bersambung ke Grale point of View 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar