Rabu, 10 November 2010

4


Fumi Point of View 2


“gyaaa” teriakku pelan supaya tidak terlalu mencurigakan untuk orang-orang di sekitar.” Tiketku~!!! “ Ucapku dalam hati. Untungnya ada seseorang yang baik hati mau menangkap tiket ku itu. Maaf saja, badanku tidak terlalu tinggi untuk menangkap tiket yang terbang dengan ketinggian sekitar 2 meter.
Orang yang menangkap tiket itu ternyata adalah turis yang entah kenapa sengaja bangun pagi-pagi untuk melihat fenomena “ramainya orang Jepang dengan keretanya di pagi hari” fuh, benar-benar kurang kerjaan, tapi berkat itu tiketku tidak hilang terbawa angin. Syukurlah~
Kereta pun akhirnya datang juga. Aku langsung naik ke kereta itu supaya tidak terdesak dipinggir dekat pintu. Karena kalau aku disitu, saat keluar aku akan terpental seperti ditendng oleh sesuatu, padahal hanya karena dorongan orang-orang yang ingin keluar.
“akhirnya berangkat…fuuuh~ untunglah tidak telat” gumamku. Kalau telat di hari pertama bekerja ‘kan bisa-bisa dicap sebagai guru ceroboh yang suka telat! Juga tidak enak kepada rektor, karena kesan pertamaku sudah buruk yaitu dengan dihiasi “telat pada hari pertama”.  Harusnya sih, ia memakluminya kalau ia adalah seorang rektor yang pengertian. Kalau tidak? ‘kan bisa menyebabkan masalah lagi itu.

Sambil terus memikirkan akan telat atau tidak, “bagaimana aku harus memberikan kesan pertama pada para murid ya?”, dan lainnya, kereta yang kutumpangi, berhenti. Sepertinya berhenti di stasiun berikutnya.  Aaaghhhh! Aku baru tahu kalau kereta ini berhenti dulu!!! Ini sih…bakal telat… Ucapku dalam hati…

Bersambung ke Grale point of view 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar