Grale point of view 4
Aku melihat seorang perempuan yang sepertinya terdorong keluar dari keretanya, kasihan sekali…sepertinya dia kembali membeli tiketnya. Ya sudahlah. Setelah menunggu lautan manusia ini mereda, aku pun memutuskan untuk naik ke kereta. “akhirnya naik kereta juga~”
Seperti biasa, petugas tiket kereta mengecek orang-orang yang membawa tiket atau tidak, atau semacamnya. Walaupun di Jepang hal itu jarang terjadi, tetapi untuk berjaga-jaga saja tidak salah ‘kan?
Satu persatu tiket kereta diperiksa, walau masih agak heran kenapa di kereta umum seperti ini masih ada saja pemeriksaan tiket, apalagi si pemeriksa tiketnya kelihatan masih muda, sepertinya masih baru.
Kereta masih belum bergerak, karena tiket-tiket masih diperiksa. Benar, agak aneh memang, yah sudahlah. Si petugas muda itu akhirnya sampai padaku, dia pun meminta tiketku untuk diperlihatkan padanya.
“Karcisnya?”
“ou, chotto matte…” Aku pun merogoh-rogoh saku jaketku yang tipi situ karena suhu yang sudah tidak terlalu dingin lagi, menuju ke hangat tentunya, tapi karena aku masih nyaman memakainya, jadi kupakai saja.
“Are…? Tiketnya…?” Setelah berkali-kali merogoh sakuku, aku tidak dapat menemukan tiket keretanya. Jangan-jangan saat aku duduk tadi… Sepertinya tiketku jatuh saat aku duduk menunggu lautan orang itu. “hhh~…” Benar-benar, sedang sial sepertinya.
“kalau begitu, silahkan turun tuan…”
Petugas muda itu cukup menyebalkan juga cara berbicaranya. Tapia pa boleh buat, tiketnya tidak ada, pembelaan apa yang mau aku buat?
Akupun turun dari kereta itu, hhh~… benar-benar… Aku langsung mencari-cari tiket keretaku kalau-kalau masih ada di dekat kursi tempatku duduk tadi. Aku berjalan menuju kios yang tadi, dan hasilnya nihil…”sepertinya aku harus membeli tiket lagi…hhh~”
“Hei, tuan,”
Penjaga kios sepertinya memanggilku, dan benar ternyata. Aku menghampirinya.
“Ada apa?”
“Sepertinya tuan mencari tiket ya?”
“Tahu dari mana?”
“etoo, soalnya aku melihat ada tiket yang jatuh di arah sana…”
Penjaga kios itu menunjuk kearah di belakangku.
“Ah, arigatou…” Aku langsung pergi menuju tempat yang di katakan si penjaga kios itu, dan ternyata memang benar ada tiket disitu…
Bersambung ke Fumi point of View 4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar