Selasa, 16 November 2010

atarashi character~ (new character)

yak, ini new chara, berdasarkan dari obrolan iseng doang padahal...
character "nda-ijo"~
Penjelasan character:
bawahan oyaji yang jabatannya lebih tinggi dari uchin hyo...
yang kepikiran itu kerjanya dia ini, duduk di semacam front desk khusus di depan ruang kerja oyaji (baru bayangan)

Minggu, 14 November 2010

o tanjoubi omedetou~~~

O tanjoubi omedetou gozaimasu~~~

Sebenernya sih, bukan ultah Plio Klio yang asli, tapi yang "palsu" nya...
khukhukhu selamat berbingung ria menerjemahkan kata2 ini~

Picture is owned by catastrophe la famiglia, do not use or something like that...
yang mau pake, ijin dulu
if you want to use it, ask us first

Sabtu, 13 November 2010

PK ultah (Plio and Klio Birthdays)

Kmaren PK ultah~
ini ada videonya...
silahkan dilihat~


ini adalah proses pembuatan kue yang bakal di kasih ke PK...bikinnya di depan rumahnya loh~kayak orang gila

ah, iseng aja...untuk me upload video ini cukup lama menunggunya...*PLAK*

Kamis, 11 November 2010


Fumi  Point of view 5


Aku menabrak punggung seseorang karena gerombolan menyebalkan itu. Sekarang aku harus meminta maaf pada orang yang kutubruk ini ‘kan jadinya. Hhh~, hari ini benar-benar sangat kurang beruntung. Ya sudahlah ya, lebih baik cepat-cepat masalah ini diselesaikan dan langsung berangkat ke Musashino Art University deh….

“eeto…daijobu desuka?”
Orang itu bertanya, menanyakan keadaanku sepertinya, eh, tapi tentu saja kan?! Memangnya dia akan bertanya pada siapa lagi coba? Pikiranku sudah bercampur aduk akibat kejadian-kejadian aneh dan menyebalkan hari ini sampai-sampai hal-hal seperti itu saja dipusingkan.

“hai, daijobu desu…mondai nai desu…!”  Aku agak kesal menjawabnya. Alasannya masih karena kejadian-kejadian aneh hari ini. Apalagi si rombongan orang-orang kekar yang berjoging ria di stasiun itu! Benar-benar ‘ga masuk akal!
Tapi paling tidak, tiketku tidak hilang LAGI, dan akhirnya aku bisa berangkat ke Kampus juga, hhh~ melelahkan. Hontou ni, tsukreta . Tapi bukan saatnya bercapek-capek ria karena aku masih harus mengajar di hari pertamaku bekerja ini, masa lupa sih.
Sepertinya orang yang kutabrak ini terlihat cukup senggang, bukan dilihat dari gaya berpakaian, hanya insting saja. Enaknya~ sepertinya dia pergi untuk melakukan kegiatan yang tidak melelahkan ya,…sepertinya loh…
Iseng-iseng, akupun bertanya pada laki-laki ini, 
“mau kemana?”  Benar-benar ‘kayak orang yang ‘sok kenal sok dekat  gitu…
Yah habis ini juga aku mau ke kampus, iseng-iseng aja, basa-basi formal…

8


Grale Point of View 5

Ternyata benar apa yang dikatakan penjaga kios itu, tiketnya ketemu!
“Fuuhh~” Akupun menghela nafasku untuk lega sebentar. Tiketnya kupungut, karena tiketnya terjatuh dilantai layaknya kertas kecil tak terpakai, jadi aku segera memungutnya. Aku kembali berfikir, kenapa tidak di ambil oleh si penjual kios itu saja ya?  Aku tidak memikirkannya lagi karena tiketnya sudah ketemu, jadi yah sudahlah. Sesaat setelah berdiri setelah mengambil tiket itu, ada seseorang yang menabrakku dari belakang,

DUKKK

“Uwaaa” Teriaknya. Suara perempuan. Akupun menoleh kebelakangku, ya, aku melihat seorang perempuan di belakangku. Sepertinya dia terdorong sesuatu sampai jatuh begitu. Buru-buru ia meminta maaf atas…dia bilang sih, kecerobohannya. Tapi bukankah hal seperti itu relatif ya? Ah sudahlah tak usah dipikirkan. 

“Eto…daijobu desuka?”  Tanyaku kepada perempuan itu yang entah namanya siapa. Aku tidak terlalu peduli dengan namanya, karena memang tidak kenal. Kau pasti menyuruhku untuk kenalan, buat apa sih? Kita baru pertama kali bertemu dan memang aku sama sekali tidak mengenalnya. Kenalan? Bukan, teman? Bukan juga kok…Benar-benar tidak kenal…

Bersambung ke Fumi point of view  5

7


Fumi Point of View 4


Akupun membeli tiket keretaku LAGI dengan uangku yang terakhir, sialnya.  Dan setelah membeli tiket, aku berjalan sempoyongan karena merasa kesal saja, hari ini sudah sial lagi. Tiketnya kupegang dengan hanya 3 jari saja karena aku sudah cukup malas untuk mengurusi tiket itu.
Saat sedang mencari kursi untuk duduk, aku mendengar seperti suara langkah kaki orang yang cukup banyak dari arah belakang ku. Karena merasa masih agak jauh, aku tidak peduli dengan suara berisik itu dan kembali berjalan menuju kursi yang ternyata kutemukan 5 detik setelah melihat kesekeliling.
Suara itu bertambah kencang saja saat aku berjalan menuju kursi yang kutuju itu, dan akhirnya akupun menoleh ke belakang karena rasa ingin tahu telah mengalahkanku. Yang kudapati adalah sekelompok orang-orang berbadan besar dan berotot sedang olahraga jogging, DI STASIUN??!!!
Ngapain mereka olahraga ke stasiun segala??!!! Yang benar saja heiiiii!!!!!!!!!!!!!
Aku tidak habis pikir akan hal ini, petugas stasiun ada api tidak mencegah hal ini??!!! Ataukah, para petugas stasiun itu telah dikalahkan oleh mereka??!!! Aku tidak memikirkan hal itu. Yang kupikirkan sekarang adalah, orang-orang itu menuju ke arahku!!!

“HII~!!! Minggir minggir hei!!!”

Sepertinya mereka tidak mendengar teriakanku yang menurutku sudah keras, karena diawali dengan berteriak. Tapi sepertinya tidak ampuh, dan orang-orang itu berlari melewatiku. Walaupun kubilang melewati, tetapi tetap saja dengan badan mereka yang besar seperti itu, mereka masih tetap bisa menyenggol badanku.

“Aw, aw, hei! Yang benar kalau jalan!!!”

Rombongan pelari itu melihat ke arahku dan hanya mengangkat tangan seperti mengucapkan “hai!” atau semacamnya. Menyebalkan! Tiba-tiba, peganganku terhadap tiketku yang sangat malas untuk kupegang itu tersenggol oleh salah satu anggota rombongan pelari aneh itu.

“DUKK”
“Gyaaaaaa~~!!!!! Tidak lagiiii~!!!!!!!!”

Dan hal yang sama terjadi lagi sama seperti di stasiun sebelumnya, yaitu tiket mungil itu kembali terbawa angin karena tersenggol oleh salah satu dari rombongan pelari itu. Akupun langsung mengejar tiketku itu. Karena kalau tiket ini hilang, maka aku harus berjalan menuju kampus sebab uangku benar-benar sudah tidak akan cukup untuk membeli satu tiket kereta pun, Jadi aku berlari sekuat tenaga sambil berusaha mendorong orang-orang kekar yang tadi menyenggolku itu.Aku cukup kesulitan  Karena berusaha mendorong orang-orang kekar itu, badanku terputar-putar oleh gerakan orang-orang aneh itu, walau aku berusaha untuk keluar dari barisan mereka, tetapi aku tetap tidak bisa keluar dari situasi aneh itu. Pada akhirnya aku terdorong keluar LAGI dengan sendirinya dengan posisi menghadap ke belakang, intinya, terbalik dari arah orang-orang kekar itu berlari. Saat terdorong dengan arah yang terbalik itu, tiket yang dari tadi terbang mengikuti arah orang-orang ini berlari itu ada di atas mereka. Tepat saat terdorong keluar dari barisan, tiket keretaku pun mendarat di tanganku dengan selamat. Tetapi karena aku tidak melihat ke depan, maka aku menabrak seseorang di belakangku…

Bersambung ke Grale point of View 5

Rabu, 10 November 2010

6


Grale point of view 4


Aku melihat seorang perempuan yang sepertinya terdorong keluar dari keretanya, kasihan sekali…sepertinya dia kembali membeli tiketnya. Ya sudahlah. Setelah menunggu lautan manusia ini mereda, aku pun memutuskan untuk naik ke kereta. “akhirnya naik kereta juga~”
Seperti biasa, petugas tiket kereta mengecek orang-orang yang membawa tiket atau tidak, atau semacamnya. Walaupun di Jepang hal itu jarang terjadi, tetapi untuk berjaga-jaga saja  tidak salah ‘kan?
Satu persatu tiket kereta diperiksa, walau masih agak heran kenapa di kereta umum seperti ini masih ada saja pemeriksaan tiket, apalagi si pemeriksa tiketnya kelihatan masih muda, sepertinya masih baru.
Kereta masih belum bergerak, karena tiket-tiket masih diperiksa. Benar, agak aneh memang, yah sudahlah. Si petugas muda itu akhirnya sampai padaku, dia pun meminta tiketku untuk diperlihatkan padanya.
“Karcisnya?”
“ou, chotto matte…”  Aku pun merogoh-rogoh saku jaketku yang tipi situ karena suhu yang sudah tidak terlalu dingin lagi, menuju ke hangat tentunya, tapi karena aku masih nyaman memakainya, jadi kupakai saja.
“Are…? Tiketnya…?” Setelah berkali-kali merogoh sakuku, aku tidak dapat menemukan tiket keretanya.  Jangan-jangan saat aku duduk tadi…  Sepertinya tiketku jatuh saat aku duduk menunggu lautan orang itu. “hhh~…”  Benar-benar, sedang sial sepertinya.
“kalau begitu, silahkan turun tuan…”
Petugas muda itu cukup menyebalkan juga cara berbicaranya. Tapia pa boleh buat, tiketnya tidak ada, pembelaan apa yang mau aku buat?
Akupun turun dari kereta itu, hhh~… benar-benar… Aku langsung mencari-cari tiket keretaku kalau-kalau masih ada di dekat kursi tempatku duduk tadi. Aku berjalan menuju kios yang tadi, dan hasilnya nihil…”sepertinya aku harus membeli tiket lagi…hhh~”
“Hei, tuan,”
Penjaga kios sepertinya memanggilku, dan benar ternyata. Aku menghampirinya.
“Ada apa?”
“Sepertinya tuan mencari tiket ya?”
“Tahu dari mana?”
“etoo, soalnya aku melihat ada tiket yang jatuh di arah sana…”
Penjaga kios itu menunjuk kearah di belakangku.
“Ah, arigatou…” Aku langsung pergi menuju tempat yang di katakan si penjaga kios itu, dan ternyata memang benar ada tiket disitu…

Bersambung ke Fumi point of View 4

5


Grale point of view 3

A, datang juga keretanya…
Seperti biasanya, banyak orang-orang yang mau keluar terlebih dahulu dari kereta. Karena itu aku masih duduk di dekat took penjual Koran-koran harian. Karena kalau dekat-dekat bisa-bisa hanya ada tabrakan yang terjadi, jangan lupa amarah para penumpang yang akan turun karena tertabrak oleh ku. Makanya aku duduk saja dulu. Menunggu lautan orang-orang ini untuk mereda dulu…

Bersambung ke Fumi point of View 3

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Fumi point of view 3

Orang-orang yang akan turun bersiap-siap untuk turun saat keretanya berhenti.
Dan kereta pun berhenti. Banyak sekali orang-orang yang keluar! Terlalu banyak malah, entah kenapa. Padahal ini kan masih hari kerja! Apa ada hari libur nasional kah?! Sepertinya tidak mungkin.
Desakan dari orang-orang sangat hebat, berkali-kali aku sampai akan terdorong keluar dari kereta ini, padahal aku berdiri di tengah-tengah, namun karena orang yang kaan keluar itu dari berbagai arah, sepertinya aku juga ikut terkena dorongan-dorongan yang seperti pegulat itu saking kuatnya. Entah kenapa kebanyakan yang ingin keluar dari kereta itu adalah bapak-bapak, jadi  yah, harap maklum. Bahkan aku ini saja tidak akan bisa mengatasi bapak-bapak yang berbondong-bondong ingin keluar dari kereta. “uukh…”
Entah kenapa sepertinya dorongannya makin kencang saja, karena tambah banyak yang mau keluar mungkin ya? Sepertinya begitu sih…Aku berusaha agar tidak terdorong keluar sekuat tenaga, tapi pada akhirnya…
BRUAK!!!
Aku terhempas juga~!!! Sampai-sampai, aku juga ikut keluar dari keretanya. Aku mencoba untuk masuk kembali ke dalam kereta itu, tapi sulit sekali untuk menembus lautan orang dengan mayoritas laki-laki dan bapak-bapak itu! Berkali-kali sudah kucoba untuk masuk kembali ke dalam kereta dan akhirnya aku bisa hamper mencapai ke dekat pintu kereta yang saat aku akan masuk lagi, pintunya tertutup…
“menyebalkan!” Sudah menunggu kereta yang lama sekali datangnya, lalu berdesak-desakkan di atas kereta, malah terdorong keluar karena rombongan bapak-bapak yang ingin keluar dari kereta, sekarang malah terhempas keluar. Tiket yang tadi terbang dan sudah di ambil oleh turis pun seperti tidak artinya.
Aku pun berjalan menjauh dari garis aman untuk menunggu kereta, dan semakin menjauh. Aku berjalan menuju mesin penjual tiket lagi untuk membeli tiket kereta LAGI. Dan kuharap kali ini tiketnya tidak terbang tertiup angin lagi, sekalipun itu adalah keisenganku…
Lautan orang-orang di stasiun ini makin banyak saja lama-lama…”hhh~bikin capek saja”
10 menit berlalu…
“O-S-O-I!!!” walapun memang masih belum telat untuk pergi ke kampus karena ini adalah hari pertama mengajar yang jadwalnya dimulai jam 10 pagi dan sekarang baru jam 8.30, tapi kesempatanku untuk datang lebih awal supaya terlihat baik di depan guru-guru maupun rektor habis sudah…
Yah, ahahaha nikmati saja hari pertama yang sudah lumayan kacau ini, ahahaha~haha..ha…

Bersambung ke Grale point of view 4