Grale’s View
Malam natal, ah tepatnya, malam sebelum natal. Udara sangat dingin karena sudah mau mendekati bulan Januari, dimana biasanya salju akan turun untuk pertama kalinya di tahun yang baru. Dingin, Harusnya begitu, tetapi entah karena rumah ini isinya dipenuhi orang-orang yang sangat enerjik atau apa, hawa panas oleh semangat enerjik mereka pasti akan membuat rumah ini “panas” sekalipun sedang turun salju maupun badai, hahaha…Tapi hari ini, rumah ini kosong. Hanya ada aku dan keheningan rumah ini saja. Kalau kata adikku sih, “galau”…entah bahasa dari mana itu.
Bunyi jam yang detiknya akan kau dengar ketika kau sedang sendiri itu silih berganti masuk dan keluar melewati telingaku ini. Benar-benar sepi! Bila kalian tahu apa yang biasa terjadi dengan rumah ini, mungkin kalian akan berkomentar “tidak mungkin!!” atau perkataan sejenisnya, diucapkan dengan nada sekaget-kagetnya, ataupun rasa tidak percaya di dalam pikiran kalian.
“Bosan…” gumamku… Sendirian di rumah yang cukup besar ini, ditambah tidak ada kegiatan yang berarti. Kunyalakan TV untuk sesaat, mencoba mencari hiburan di sela-sela kebosanan ini. 1 menit kemudian kumatikan lagi karena hasilnya nihil, acara TV tidak ada yang menarik untuk ditonton saat ini. Hal ini malah membuatku tambah bosan. Setiap mencoba sesuatu untuk menghilangkan rasa bosan ini, lalu kemudian gagal, yang didapat hanyalah rasa bosan lagi.
Akupun melihat ke sekeliling rumah, “Sepi…” Tidak perlu dijelaskan, memang sangat sepi. Para orangtua entah kenapa , mereka semua pergi bersama-sama malam ini. Sepertinya Oyaji ingin dibantai habis-habisan…ehem, bercanda kok…
Yang lain, Plio, Klio, Lene dan Lena, entah apa yang sedang mereka lakukan sekarang, tapi sepertinya aku merasakan feeling yang menunjukkan bahwa mereka sedang mengawasi Oyaji akan gerak-geriknya yang sangat aneh…Mungkin aku berpikir terlalu berlebihan…Tapi bukankah keluarga ini memang sudah berlebihan keanehannya, jadi yah, perkataanku itu mungkin, ada benarnya juga.
Kedua pasang adik-kakak kembar itu sudah, lalu…Wolfwood. Tadi dia pergi ke rumah Xylia, calon is-, ehem…teman masa kecilnya untuk makan malam. Dan itu sudah berlalu 3 jam yang lalu, tepatnya pukul 7 malam. Dan sekarang sudah jam 9 malam, dimana aku masih saja disini tidak ada kerjaan.
Akhirnya, 10 menit kemudian, setelah memakai jaket yang panjangnya selutut, dan sebuah syal, Akupun memutuskan untuk keluar juga… Kubuka pintu rumah itu, dan aku pun menuju dunia luar yang dingin itu. Jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 22.30 malam. Terlalu larut memang, untuk seseorang pergi keluar rumah di malam dingin begini, tapi sekarang sih, malam sebelum natal, jadi tak masalah ‘kan?
Selangkah, dua langkah, tiga langkah, Menyusuri jalan dengan tujuan yang tidak pasti. Hanya demi menghilangkan kebosanan ini kok. Benar-benar tidak tentu arah,” Sepertinya menghabiskan waktu di central square tidak buruk juga…” Aku pun memutuskan untuk pergi ke central square, tiba-tiba saja terbesit begitu.
Sampailah di Central Square. Banyak orang-orang sedang melakukan kegiatannya masing-masing. Ada yang datang bersama-sama keluarganya, berkumpul dengan teman-teman mereka, atau berdua saja dengan pasangan mereka, ataupun…sepertinya yang sendiri hanya aku …yah sudahlah.
Bicara soal pasangan, sepertinya ada 1 pasangan yang sedang berjalan bersama. Dari jauh, mereka terlihat seperti…Wolfwood dan Xylia. Dan memang benar mereka sedang berjalan bersama. Sebaiknya aku tidak mengganggu mereka, soalnya jarang-jarang juga melihat mereka yang sedang akur begini,hihihi…
Jam sekarang sudah menunjukkan pukul 11 malam, benar-benar…tinggal satu jam lagi. Aku hanya bisa menunggu saja di tempat ini yang sama sekali ramai tapi seperti tidak ramai bagiku. Dari pada berjalan tanpa arah begini, akupun memutuskan untuk mencari tempat duduk, kulihat di seberang sekitar 5 meter dari tempatku berdiri sekarang, ada sebuah pohon yang di lingkari oleh kayu-kayu yang berfungsi sebagai kursi. Padahal dari tadi kucari tempat duduk saja susah sekali. Di kafe-kafe pun penuh semua, sama sekali tak ada satu pun kursi yang bersisa. Kenapa ini ada satu kursi kosong yang secara tempat sih sangat strategis… walau jauh juga dari spot bagus di tempat ini yaitu, air mancur yang menyala itu.
Ya sudahlah, dari pada keburu di tempati orang, kebetulan kakiku sudah pegal, jadi kuputuskan untuk duduk saja.
“fuhh…~”
Sedikit melepas sedikit lelah karena sudah berjalan dari tadi. Sebenarnya tempat air mancur itu ada sekitar 6 atau 7 blok dari sini, berarti lumayan jauh juga sih. Tahun lalu air mancur itu belum ada di sini sih, jadi itu merupakan objek baru. Agak penasaran sih, katanya sih bagus, tapi cukup malas juga sih kesana, karena kalaupun kesana sekarang, air mancurnya belum menyala. Air mancurnya baru akan menyala pada pukul 12 tepat tengah malam ini. Merayakan Natal tentunya.
“hmmm~”
Sepertinya aku mendengar sesuatu yang dekat, apa aku salah dengar ya?
“kemana ya…”
Lagi-lagi suara yang sangat dekat, karena kali ini yang kedua kalinya, aku mulai familiar dengan suaranya, dan sudah terbesit orang yang sepertinya punya suara ini.
“hmm…kalau saja-“
“Fumi?”
Ternyata, Fumi ada di belakangku. Duduk termenung, dan sepertinya sendirian.
“Grale?!! Ngapain kau disini?”
“Fumi juga, ngapain?”
Kami saling menatap kebingungan untuk beberapa saat, lalu tertawa bersama.
“ahahahahahaha”
Dan begitulah beberapa menit berlalu diisi dengan pembicaraan yang kedengarannya biasa saja itu, pembicaraan pada umumnya, itu saja.
“hei, Grale”
Fumi bertanya, “ng? apa?”
“Kau punya resolusi untuk tahun depan?”
“resolusi?”
“iya, jangan bilang tidak ada…hhh~ kau itu, jangan-jangan benar apa yang dikatakan Wolfwood, kau tidak ada semangat ya?”
Saat ini, dalam pikiranku hanya sedang terpikirkan suatu hal, suatu hal yang…entahlah, mungkin bisa disebut untuk resolusi tahun depan, tapi yah…
“Baiklah, kau dengarkan saja resolusiku dulu…”
Fumi berbicara soal resolusinya untuk tahun depan, sementara aku tetap berpikir akan bagaimanakah selanjutnya. ‘Selanjutnya’ ini pun aku tidak tahu apa, namun saat ini hanya itu yang sedang kupikirkan.
“Jadi, intinya, resolusiku untuk tahun depan adalah, dapat mencapai sesuatu yang lebih hebat dari tahun ini…”
Fumi mengatakannya dengan bangga, semangat sekali sepertinya.
“Kalau kau Grale, apa resolusimu? Sudah terpikirkan belum?”
Tanpa pikir panjang lagi, akupun langsung menarik tangan Fumi secara tiba-tiba, orangnya kaget, pasti.
“Eh?! A,apa?! Kau mau kemana Grale?!”
“ikut saja dulu”
Aku pun berlari sambil memegangi tangannya yang lebih kecil dari tanganku, tentu saja. Karena kerumunan orang sangat banyak, genggamanku semakin erat supaya kami tidak terpisah.
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 11.45, tinggal 15 menit lagi menuju tengah malam. 2 Blok sudah terlewati, sisanya masih ada sekitar 5 blok lagi menuju air mancur. Dengan banyaknya orang-orang yang berkerumun, baik searah maupun berbeda arah, membuat ku semakin sulit untuk menerobos. Yahh namanya juga malam menuju natal, pastinya banyak orang yang akan ke tempat air mancur itu.
Persimpangan demi persimpangan pun aku lewati, lampu hijau juga kuterobos saja karena waktunya memang sudah sangat mepet sekali. Untung saja mobil sedang tidak ada yang lewat, beruntung.
10…
Tinggal 2 blok lagi!
5…
1 blok lagi!
1…
0
Dan air mancur dengan sinar proyektor itupun keluar, tepat saat mereka sampai…
“huwa…”
Sepertinya Fumi kagum, ia bereaksi dengan suara pelan…
“resolusi dariku…mulai hari ini, akan kubuktikan dengan perbuatan…daripada mendengar kata-kata yang penuh dengan pertanyaan dan ketidakpastian…lebih baik langsung ditunjukkan saja, seperti layaknya hari ini…hanya hadiah kecil yang tidak terlalu istimewa…”
“ini…
walaupun sederhana, lebih baik daripada tidak sama sekali…yang lebih penting, ‘perasaan yang ingin di sampaikan’ itu dapat tersampaikan kepada orangnya ‘kan?”
Fumi terdiam sebentar, lalu tersenyum.
“makasih…Grale…”
Aku hanya dapat membalasnya dengan tersenyum juga…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar