Senin, 03 Januari 2011

"Collection of Point of View" (Lanjutannya Grale & Fumi point of View 5)

“Mau kemana?”
Tanya perempuan dihadapan Grale. Yahh, tujuan utama Grale tentu saja Musashino Art University. Begitu pula perempuan ini. Mrekea berdua saling tidak tahu menau akan tujuan kampus mereka yang ternyata sama itu.

“eetoo…saya mau pergi ke Musashino…”
“Eh?! Musashino?!!!”

Perempuan itu agak kaget dengan jawaban Grale. Tentu saja, karena seperti yang tadi kubilang sebelumnya, tujuan mereka itu sama.

“Eh, I,iya, kenapa? Jangan bilang hari ini libur…”

Yah, walaupun tidak mungkin, tetapi Grale sudah cukup was-was dan khawatir gara-gara respon yang diberikan perempuan itu.

“Eh, nggak lah!, masa aku udah cape-cape malah libur! Yang bener aja!...Hanya saja, tujuan kau dan aku sama!”
“Sama-sama Musashino ???”
“iya…”
“Musashino Art University???” Grale masih kurang percaya tujuan mereka sama, kalau-kalau salah tebak, bisa malu dia.

“iya! Masih ga percaya juga?” Perempuan itu melihat Grale dengan tatapan aneh.
“E, enggak…percaya deh percaya…”

Mereka pun memutuskan untuk pergi ke Musashino bersama. Diperjalanan, mereka hanya mengobrol tentang pekerjaan mereka. Bertanya soal ‘kenapa jadi guru seni?’ atau sebaliknya, ‘kenapa mau jadi guru di UKS?’, hanya seputar itu. Selebihnya hanya diam yang ada, menunggu sampai ke tempat tujuan.

“haaaa~ nyampe juga, eh! Bukan saatnya aku bersantai-santai!!!” Ucap perempuan itu. Ia langsung berlari menuju ruang rektor untuk melapor.
‘ia mau berlari sampai mana? Tapi katanya tadi ia akan ke ruang rektor sebelum mengajar…hebat sekali lari-lari di tempat luas seperti ini’
Grale hanya bergumam dalam hati tentang betapa hebatnya kalau perempuan yang ia temui itu berlari tidak henti sampai ke ruang rektor. Dan Grale baru menyadari sesuatu, bahwa tujuan mereka lagi-lagi sama, yaitu ruang rektor.

Sesampainya di ruang rektor…

Perempuan tadi pun ternyata sesuai dugaan, sampai duluan. Ternyata benar, ia berlari dari gerbang sampai ruang rektor. Dan alhasil, ia sampai dengan cukup terengah-engah.
Perempuan itupun mengetuk pintu , dan,
“O,ohayou gozaimasu!”
“ooo~ datang juga…kamu, yang mau mengajar jadi guru kesenian ya? Hmm…Kasugi…Fumi kalau saya tidak salah?”
“I,iya. Ah, maaf pak! Saya terlambat! Tadi ada sedikit kejadian yang aneh…”
“Aneh? Yah…yang penting kau sudah sampai disini…siap mengajar ‘kan?”
“Siap!”
“Baiklah…silahkan pergi ke ruanganmu”

Suara yang terdengar agak buyar dari luar, terdengar oleh telinga Grale yang sampai sekitar 15 menit kemudian. Setelah pembicaraan dan pemberian keterangan dari rektor MAU, pintu pun terbuka, dan Grale persis berada di sebelah pintu, menunggu perempuan tadi keluar.
‘Cklek’
“Ah, kau lagi…lagi-lagi, tujuan kita sama ya?!”
Perempuan itu baru sadar sepertinya…
“Iya, tentu saja…”
“Baiklah, aku duluan ya kalau begitu!” Perempuan itu pun pergi menuju kelas yang telah diberitahu sang rektor. Sementara sang rektor melihat ada seseorang lagi di depan pintu, yang tidak lain adalah Grale, dan kemudian mempersilahkan dirinya untuk masuk.
Seperti biasa, rektor itu member penjelasan yang diperlukan selama menjadi guru ruang kesehatan, dan peraturan-peraturan lainnya. Selesailah perbincangan formal itu, yang setelah itu Grale pun pergi menuju ruang kesehatan tempatnya bersan-, ehem, bekerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar