kemarin malam saat bermain ke rumah editor XXX, saya pun dengan iseng menggambar Fumi...trus ditambahin disebelahnya pun Grale, namun belum selesai. Setelah itu saya dijemput, kemudian pulang.
Ditengah jalan, menuju rumah, kulihat motor ninja bewrwarna hitam melaju di depan kendaraanku. Karena aku suka ninja warna hitam aku pun membayangkan "kalo aku punya motor itu aku pinginnya yang warna hitam dove(ini gatau bener apa salah, istilah dovenya. Sebenernya yaaa yang cat nya tuh ga mengkilap, tapi rada kayak alumunium gitu lah)"
lalu mobilku berhasil mendahului si ninja hitam itu, dan ternyata...
yang menaikinya adalah, laki-laki dan seorang perempuan yang diboncengnya.
. . .
Saat itu aku hanya terbelalak, terbengong, mulut menganga, terdiam melihat pasangan itu...
benar-benar cenayang...
Ini adalah cerita tentang suatu keluarga yang mencoba untuk terlihat normal yang sebenarnya tidak...
Selasa, 19 April 2011
Sabtu, 02 April 2011
Sedikit dudel untuk mengisi blog /PLAK
ini Plio, disuruh authorXXX supaya digambar ceunah...
Ini juga diminta oleh Author Diel...Wolfwood chibi~
Ini gambaran Author Dell...Grale in WACOM pake yang punya Author Diel
Rabu, 23 Maret 2011
sapu
Siapa sangka sapu menembak
Bulu anay tebar berantah
tolong hati kunjung tak sama
pinta ampun sepi di luar
tidak tau apa dikata
sapu lari terbengkalai
pojok lara tak kunjung reda
pinggir hati tiba merana
andaikan tau mereka
banyak baik dari sapu
patah kayu teredam sunyi
tunggu sadar seabad lagi
tiba sudah tersadar lara
balik hati yang terbengkalai
tak biasa orang terpana
sakit jiwa sapu merana
tak benar apa dikata
tentang sapu silih perangah
suka sapu siapa tau
tak tau tak mau tau
akhirnya tau nuansa
terpesona bajing terkapar
gunung hati tingkat perhati
bahagia lumuri nadi
baru kini engkau tersadar
banyak baik sapu terlandas
tapi apa mereka tau
sapu merana diterjang abu
Bulu anay tebar berantah
tolong hati kunjung tak sama
pinta ampun sepi di luar
tidak tau apa dikata
sapu lari terbengkalai
pojok lara tak kunjung reda
pinggir hati tiba merana
andaikan tau mereka
banyak baik dari sapu
patah kayu teredam sunyi
tunggu sadar seabad lagi
tiba sudah tersadar lara
balik hati yang terbengkalai
tak biasa orang terpana
sakit jiwa sapu merana
tak benar apa dikata
tentang sapu silih perangah
suka sapu siapa tau
tak tau tak mau tau
akhirnya tau nuansa
terpesona bajing terkapar
gunung hati tingkat perhati
bahagia lumuri nadi
baru kini engkau tersadar
banyak baik sapu terlandas
tapi apa mereka tau
sapu merana diterjang abu
roda
Alunan lagu nan membuai
ikat jiwa nun berderai
luruhi jiwa tergerai
menarik tak kan terkulai
Dengan tutu indahku
buai penontong terpaku
kunjung gigiti kuku
hanya duduk dan terpaku
Indahnya tari ini
hias sepatu bertali
melambai lengan hati
lentik indah terperi
Sudut-sudut dipatuk
tempo terlalu marak
dari semalam suntuk
jelmaan burung merak
Kunjungan yang berlalu
tinggallah ku terpaku
entah jadi benalu
atau dengan serdadu
Diapit tutu indahnya
tegak nun gayanya
sekat air matanya
sigap songsong paginya
Esok cerah terperi
tak buatan nun hati
walau turun sampai pagi
hari ini naik lagi
ikat jiwa nun berderai
luruhi jiwa tergerai
menarik tak kan terkulai
Dengan tutu indahku
buai penontong terpaku
kunjung gigiti kuku
hanya duduk dan terpaku
Indahnya tari ini
hias sepatu bertali
melambai lengan hati
lentik indah terperi
Sudut-sudut dipatuk
tempo terlalu marak
dari semalam suntuk
jelmaan burung merak
Kunjungan yang berlalu
tinggallah ku terpaku
entah jadi benalu
atau dengan serdadu
Diapit tutu indahnya
tegak nun gayanya
sekat air matanya
sigap songsong paginya
Esok cerah terperi
tak buatan nun hati
walau turun sampai pagi
hari ini naik lagi
putaran
lempengan bunyi, berdentum bagai angin
merah laut mendendam angan
simfoni gelap penyayang cahaya
tidakkah ia berlari, memasuki kelebat angin
menemukan dirinya teruntai dalam kegelapan selamanya
Tak kunjung menemukan ujung jurang itu
pemisah antara dunia nyata dan angan
menolak kemerlap air untuk hatinya
tak bisa bicara lagi, ia telah mati
hatinya mati
tak ada yang tau, hanya berjalan
mencoba memisahkan perekat itu
merekatkan retakan itu
sama saja jadinya
kau hanya sampah
bayangkan saja rerumput awan menari
dan ia berdiri diatas jarum memanggul gunung
tak bisa
jangan sia-sia
hari ini tak tenang kembali
mau kau apa juga
tetap serahkanlah semua
jangan berlari di atas air
atau kau akan jatuh pada hampa
dan terbaring mati selamanya
merah laut mendendam angan
simfoni gelap penyayang cahaya
tidakkah ia berlari, memasuki kelebat angin
menemukan dirinya teruntai dalam kegelapan selamanya
Tak kunjung menemukan ujung jurang itu
pemisah antara dunia nyata dan angan
menolak kemerlap air untuk hatinya
tak bisa bicara lagi, ia telah mati
hatinya mati
tak ada yang tau, hanya berjalan
mencoba memisahkan perekat itu
merekatkan retakan itu
sama saja jadinya
kau hanya sampah
bayangkan saja rerumput awan menari
dan ia berdiri diatas jarum memanggul gunung
tak bisa
jangan sia-sia
hari ini tak tenang kembali
mau kau apa juga
tetap serahkanlah semua
jangan berlari di atas air
atau kau akan jatuh pada hampa
dan terbaring mati selamanya
......
Kau yang berbuat jahat, kau mungkin memang jahat, dan permainan dalam diam ini mungkin kau rasa kemenanganmu, tapi...
dasar naif
Aku tau, haha dan taukah kau? Kau salah berbuat jahat...
kau menjahati orang jahat
yang sama-sama egois, kita berdua ingin manang kau tahu. Kita saling melirik dan bersiasat jahat di belakang. Mungkin aku akan kalah, tapi kau berbuat salah.
jangan kau pikir dunia ini milikmu, tak selamanya kau akan menang.
mungkinkah aku akan menang?
Mungkin saja
hahaha
dan satu lagi yang harus kau tahu, aku lebih jahat darimu...
dasar naif
Aku tau, haha dan taukah kau? Kau salah berbuat jahat...
kau menjahati orang jahat
yang sama-sama egois, kita berdua ingin manang kau tahu. Kita saling melirik dan bersiasat jahat di belakang. Mungkin aku akan kalah, tapi kau berbuat salah.
jangan kau pikir dunia ini milikmu, tak selamanya kau akan menang.
mungkinkah aku akan menang?
Mungkin saja
hahaha
dan satu lagi yang harus kau tahu, aku lebih jahat darimu...
...
Disaat Kau mencintaiku, kau mengejar dan terus membuatku mencintaimu. Kau terus membuatku terjebak dalam sarang di hatimu dan tak ada orang lain yang tau. Tetapi disaat aku telah mencintaimu, kau malah mempermainkaku seperti boneka yang tak berdaya. Kau bersikap seakan kau orang yang paling di dambakan sehingga aku sangat pantas mencintaimu. Kau mungkin memang memilikiku, tapi tidak selamanya. Karena perbuatan busukmu lah yang akan menghancurkan dirimu sendiri. Aku memang mencintaimu, dan kau juga mungkin mencintaiku, tapi...
bukan begini caranya...
Egois!
bukan begini caranya...
Egois!
benarkah?
Benarkah cinta itu pelangi?
Di saat semua orang pergi dan aku sendirian
Benarkah cinta itu abadi?
Di saat aku terbangun semuanya hilang
Benarkah Cinta itu mengalun?
Di saat aku terdiam sepi
Benarkah cinta itu indah?
Di saat semuanya rusak seperti ini
Benarkah cinta itu berharga?
ketika aku tak mempunyai apa-apa
Benarkah cinta itu akan datang?
disaat semuanya menghilang
Benarkah cinta di sini?
Aku sendirian di sini
Benarkah aku akan menemukan cinta?
Aku terkurung di sini
Benarkah cinta itu manis?
Cintaku terjatuh di reruntuhan
Benarkah cinta itu ada?
Apakan aku juga ada?
Tetapi, saat kau datang, aku tahu
semua itu benar
terimakasih...
Di saat semua orang pergi dan aku sendirian
Benarkah cinta itu abadi?
Di saat aku terbangun semuanya hilang
Benarkah Cinta itu mengalun?
Di saat aku terdiam sepi
Benarkah cinta itu indah?
Di saat semuanya rusak seperti ini
Benarkah cinta itu berharga?
ketika aku tak mempunyai apa-apa
Benarkah cinta itu akan datang?
disaat semuanya menghilang
Benarkah cinta di sini?
Aku sendirian di sini
Benarkah aku akan menemukan cinta?
Aku terkurung di sini
Benarkah cinta itu manis?
Cintaku terjatuh di reruntuhan
Benarkah cinta itu ada?
Apakan aku juga ada?
Tetapi, saat kau datang, aku tahu
semua itu benar
terimakasih...
pena
semena-mena
pena itu menulis semua tentangku
pena itu menggoreskan darah dari pelangi di mataku
pena itu semena-mena
aku tahu aku mengaturnya
tapi tetap saja
aku tak bisa mencegahnya
tinta-tinta manja
setiap detik pena itu menggores
menyayat lelaku kupu hati
jalan yang telah ditentukan
merantai semua harapan ini
sang pena
yang selalu mengurungku dalam tintanya
yang selalu mengunciku pada bulunya
lepaskan aku, aku ingin pulang
tapi pena itu egois
jika pena itu ingin terus menulis
akan terus menulis
sedangkan aku membusuk menjadi sampah
jika kau memang ingin mencari tinta darah
koreklah jantungku lalu biarkan aku pulang
tetapi kau sang pena egois
kau tetap mengurungku
jika kau memang tak mau melepaskan kunci itu
maka masukkan aku dalam tulisanmu
jadikan kulitku sebagai kertas
agar aku dapat selalu bersamamu
pena itu menulis semua tentangku
pena itu menggoreskan darah dari pelangi di mataku
pena itu semena-mena
aku tahu aku mengaturnya
tapi tetap saja
aku tak bisa mencegahnya
tinta-tinta manja
setiap detik pena itu menggores
menyayat lelaku kupu hati
jalan yang telah ditentukan
merantai semua harapan ini
sang pena
yang selalu mengurungku dalam tintanya
yang selalu mengunciku pada bulunya
lepaskan aku, aku ingin pulang
tapi pena itu egois
jika pena itu ingin terus menulis
akan terus menulis
sedangkan aku membusuk menjadi sampah
jika kau memang ingin mencari tinta darah
koreklah jantungku lalu biarkan aku pulang
tetapi kau sang pena egois
kau tetap mengurungku
jika kau memang tak mau melepaskan kunci itu
maka masukkan aku dalam tulisanmu
jadikan kulitku sebagai kertas
agar aku dapat selalu bersamamu
Sabtu, 12 Maret 2011
after the terrible tsunami and earthquake, did CLF personels survive??
Yahood! Messanger
Message Windows:
CLF author Diel: DEL!!! GIMANA KABAR PERSONEL CLF DI JEPANG!!!
CLF author Dell: emmm liat di twitta sih, aku baru nemu kabar dari Oyaji nih... dia lagi di cafe gitu di pinggir jalan, pas gempa terjadi...di daerah shibuya gitu... ngapain coba dia siang2 gitu di kafe??
CLF author Diel: dapet kabar para ibu tidak? yang pasti Audrey was was nih di Praha
CLF author Dell: emm...dapet2, baru liat twitta lagi tadi, Hallevie lagi di toko kue sih pas gempa, dan dia gapapa, tokonya cuma goyang2 biasa...memang mengerikan masih bisa tenang di keadaan begitu, udah biasa mah beda ya...sekarang sih lagi ada dirumah sakitnya oyaji tempat kerja grale
CLF author Diel: ngapain di rumah sakitnya Oyaji???
CLF author Dell: baru ada kabar, rumah ancur...ga roboh sih, cuman rada copot2 gitu
CLFauthor Dell: ngumpul di rumah sakit weh
CLF author Diel: neeeeeeee -_____-'
CLF author Dell: kabar Wolfwood gimana?
CLF author Diel: dapet dari THUMBlr, sekarang dia lagi di osaka di suruh Fumi ambil berkas buat materi di kampus, asalnya mau pulang hari ini tapi ga ada ransportasi umum antar kota yang jalan untuk sementara ini. Dan dapet kabar juga kalo mobil dia isinya full lumpur akibat tsunami
CLF author Diel: BTW, Fumi gimana kabar? pasti lagi dalam pelukan Grale deh ~<3
CLF author Dell: jiji aeh...lagi belom ada kabar nih mereka berdua sih, Xylia gimana?
CLF author Diel: Wolfwood sih sempet nulis tweet kayak gini "@Xyliaaa buji datta ka? buji dattara, kono tweet o henji shite!!!"
CLF author Dell: trus udah dijawab? osaka juga kan bangunan kaca pada pecah
CLF author Diel: belum ada balasan, dan ga parah kok
CLF author Dell: iya sih...
CLF author Diel: PK?? LL? CR couple?
CLF author Dell: waduh belon ada kabar...tapi CR sih lagi pas bareng, mereka ketemu di jalan gituh, tadi liat di pesbuk
CLF author Diel: aaaaaarrrrrrrggggggggghhhhh!!! kalo mereka ada yang ga selamet gimana?? ga bisa lanjut nih cerita!
CLF author Dell: doain aja cuma luka ringan
CLF Author xxx: hoho mereka tidak apa-apa, cuma lena kena runtuhan tembok, tapi malah ketawa-ketawa, terus plio lagi sama **** di kafe gitu deh, tapi gapapa. pas tembok kafe runtuh **** dilindungin Plio gitu, tapi ga ada luka ko. Kalo Klio cuma kepalanya berdarah, tapi bukan karena gempa, karena tauran(???). kalo alioth pas gempa ilang, tapi pas gempanya selesai, tiba-tiba muncul lagi dan tidak ada luka sama sekali. CR lagi kencan tapi pas ada gempa mereka lagi di taman (ga sadar ada gempa saking mesranya).
terus LL sama siapa? mereka lagi sama temen2nya di tk pas lagi jalan2 sekolah. tappi kucing Crell ada yang mati (hiks). ngmomong2, mrumah mereka ga ada retakan atau runtuhan sama sekali entah kenapa (di jampi2 kali ya??) mereka ga ada yang di rumah. LL ketimpa reruntuhan salah-satu tempat piknik anak2 tknya. yah begitulah menurut cerita ****, calon istri Plio (ups keceplosan hehe) <= nyebelin banget orang ini ya pengen di bunuh
Message Windows:
CLF author Diel: DEL!!! GIMANA KABAR PERSONEL CLF DI JEPANG!!!
CLF author Dell: emmm liat di twitta sih, aku baru nemu kabar dari Oyaji nih... dia lagi di cafe gitu di pinggir jalan, pas gempa terjadi...di daerah shibuya gitu... ngapain coba dia siang2 gitu di kafe??
CLF author Diel: dapet kabar para ibu tidak? yang pasti Audrey was was nih di Praha
CLF author Dell: emm...dapet2, baru liat twitta lagi tadi, Hallevie lagi di toko kue sih pas gempa, dan dia gapapa, tokonya cuma goyang2 biasa...memang mengerikan masih bisa tenang di keadaan begitu, udah biasa mah beda ya...sekarang sih lagi ada dirumah sakitnya oyaji tempat kerja grale
CLF author Diel: ngapain di rumah sakitnya Oyaji???
CLF author Dell: baru ada kabar, rumah ancur...ga roboh sih, cuman rada copot2 gitu
CLFauthor Dell: ngumpul di rumah sakit weh
CLF author Diel: neeeeeeee -_____-'
CLF author Dell: kabar Wolfwood gimana?
CLF author Diel: dapet dari THUMBlr, sekarang dia lagi di osaka di suruh Fumi ambil berkas buat materi di kampus, asalnya mau pulang hari ini tapi ga ada ransportasi umum antar kota yang jalan untuk sementara ini. Dan dapet kabar juga kalo mobil dia isinya full lumpur akibat tsunami
CLF author Diel: BTW, Fumi gimana kabar? pasti lagi dalam pelukan Grale deh ~<3
CLF author Dell: jiji aeh...lagi belom ada kabar nih mereka berdua sih, Xylia gimana?
CLF author Diel: Wolfwood sih sempet nulis tweet kayak gini "@Xyliaaa buji datta ka? buji dattara, kono tweet o henji shite!!!"
CLF author Dell: trus udah dijawab? osaka juga kan bangunan kaca pada pecah
CLF author Diel: belum ada balasan, dan ga parah kok
CLF author Dell: iya sih...
CLF author Diel: PK?? LL? CR couple?
CLF author Dell: waduh belon ada kabar...tapi CR sih lagi pas bareng, mereka ketemu di jalan gituh, tadi liat di pesbuk
CLF author Diel: aaaaaarrrrrrrggggggggghhhhh!!! kalo mereka ada yang ga selamet gimana?? ga bisa lanjut nih cerita!
CLF author Dell: doain aja cuma luka ringan
CLF Author xxx: hoho mereka tidak apa-apa, cuma lena kena runtuhan tembok, tapi malah ketawa-ketawa, terus plio lagi sama **** di kafe gitu deh, tapi gapapa. pas tembok kafe runtuh **** dilindungin Plio gitu, tapi ga ada luka ko. Kalo Klio cuma kepalanya berdarah, tapi bukan karena gempa, karena tauran(???). kalo alioth pas gempa ilang, tapi pas gempanya selesai, tiba-tiba muncul lagi dan tidak ada luka sama sekali. CR lagi kencan tapi pas ada gempa mereka lagi di taman (ga sadar ada gempa saking mesranya).
terus LL sama siapa? mereka lagi sama temen2nya di tk pas lagi jalan2 sekolah. tappi kucing Crell ada yang mati (hiks). ngmomong2, mrumah mereka ga ada retakan atau runtuhan sama sekali entah kenapa (di jampi2 kali ya??) mereka ga ada yang di rumah. LL ketimpa reruntuhan salah-satu tempat piknik anak2 tknya. yah begitulah menurut cerita ****, calon istri Plio (ups keceplosan hehe) <= nyebelin banget orang ini ya pengen di bunuh
Selasa, 15 Februari 2011
O TANJOUBI OMEDETO!!!!
YO! O Tanjoubi Omedetou GRALE
hari ini tepat 1 hari setelah VALENTINE adalah ulang tahun grale yang "palsu"
semoga cepat dapat jodoh (yang asli maupun yang palsu *tendang*),
this picture is own by CLF and original by CLF
ask us first to use for personal purpose
Selasa, 01 Februari 2011
spoiler, but a can't seem to resist telling this story..
WOLFWOODS JURNAL: ENTRY XXX (this setting is in the future of the current story setting)
Selama aku di Belanda aku mempunyai kebiasaan baru, membawa coklat bar kemanapun aku pergi.
Entah di saku jaket, tas, kantong jeans, tempat pencil, yang pasti kemanapun aku pergi aku selalu membawa coklat.
Kenapa begitu? aku ga mau dengan gampang jatuh sakit.
Riset mengatakan kalau sudah terasa cukup lelah atau ga enak badan memakan makanan manis itu baik.
Kalau aku sudah merasa agak pusing aku minum obat dan di akhiri coklat bar, atau hanya sekedar lapar aku mengganjal perutku dengan coklat bar.
Sewaktu pulang ke Jepang aku ga sadar kalau kebiasaan itu tidak hilang, sampai suatu hari..
"Wood, kenapa kamu seneng banget makan coklat?"
"Hah? kenapa emang Xy?"
"Kok kayaknya setiap aku ketemu kamu, kamu selalu bawa coklat"
"Wah.. iya ya? aduh ga sadar nih, kyknya ini gara-gara aku biasa bawa coklat ke mana mana di Belanda dulu"
"Ku kasih tau ya, umurmu tuh udah ga muda lagi, entar kamu malah ngegendutin kalo makan coklat terus tiap hari.. nih" Xylia mengeluarkan sebatang SoyJoy dari tasnya, lalu memberikannya padaku "Kamu ganti kebiasaanmu itu, ini jauh lebih sehat dari pada coklat, sama gampangnya kalo mau beli kan? di kombini ada, di vending machine juga ada"
Aku tertawa dan mengatakan "Iya.. baiklah"
lalu dia bertanya "Kok ketawa?"
Aku berfikir sebentar, lalu kuputuskan untuk menceritakannya "Kamu mungkin lupa, tapi dulu kamu pernah melakukan hal yang mirip kayak sekarang"
"Oh ya?"
"Ya, dulu kulitku kasar, kamu pernah nyuruh aku pake lotion dan bawa lotion kemana mana" kutunjukkan di tas yangku bawa ada lotion dan ku tunjukkan juga di lemari mobil ada lotion
"Wah, aku pernah nyuruh kamu bawa lotion ke mana-mana? pantes aku heran kenapa kulitmu ga kasar seperti cowok pada umumnya"
"Berkatmu"
-----------------------------------------------------------------------------------------------
pasti bingung ya? tentu saja karena ini adalah spoiler berat!!!!
nanti di ceritain deh, just wait okey~
Selama aku di Belanda aku mempunyai kebiasaan baru, membawa coklat bar kemanapun aku pergi.
Entah di saku jaket, tas, kantong jeans, tempat pencil, yang pasti kemanapun aku pergi aku selalu membawa coklat.
Kenapa begitu? aku ga mau dengan gampang jatuh sakit.
Riset mengatakan kalau sudah terasa cukup lelah atau ga enak badan memakan makanan manis itu baik.
Kalau aku sudah merasa agak pusing aku minum obat dan di akhiri coklat bar, atau hanya sekedar lapar aku mengganjal perutku dengan coklat bar.
Sewaktu pulang ke Jepang aku ga sadar kalau kebiasaan itu tidak hilang, sampai suatu hari..
"Wood, kenapa kamu seneng banget makan coklat?"
"Hah? kenapa emang Xy?"
"Kok kayaknya setiap aku ketemu kamu, kamu selalu bawa coklat"
"Wah.. iya ya? aduh ga sadar nih, kyknya ini gara-gara aku biasa bawa coklat ke mana mana di Belanda dulu"
"Ku kasih tau ya, umurmu tuh udah ga muda lagi, entar kamu malah ngegendutin kalo makan coklat terus tiap hari.. nih" Xylia mengeluarkan sebatang SoyJoy dari tasnya, lalu memberikannya padaku "Kamu ganti kebiasaanmu itu, ini jauh lebih sehat dari pada coklat, sama gampangnya kalo mau beli kan? di kombini ada, di vending machine juga ada"
Aku tertawa dan mengatakan "Iya.. baiklah"
lalu dia bertanya "Kok ketawa?"
Aku berfikir sebentar, lalu kuputuskan untuk menceritakannya "Kamu mungkin lupa, tapi dulu kamu pernah melakukan hal yang mirip kayak sekarang"
"Oh ya?"
"Ya, dulu kulitku kasar, kamu pernah nyuruh aku pake lotion dan bawa lotion kemana mana" kutunjukkan di tas yangku bawa ada lotion dan ku tunjukkan juga di lemari mobil ada lotion
"Wah, aku pernah nyuruh kamu bawa lotion ke mana-mana? pantes aku heran kenapa kulitmu ga kasar seperti cowok pada umumnya"
"Berkatmu"
-----------------------------------------------------------------------------------------------
pasti bingung ya? tentu saja karena ini adalah spoiler berat!!!!
nanti di ceritain deh, just wait okey~
Senin, 03 Januari 2011
"Collection of Point of View" (Lanjutannya Grale & Fumi point of View 5)
“Mau kemana?”
Tanya perempuan dihadapan Grale. Yahh, tujuan utama Grale tentu saja Musashino Art University. Begitu pula perempuan ini. Mrekea berdua saling tidak tahu menau akan tujuan kampus mereka yang ternyata sama itu.
“eetoo…saya mau pergi ke Musashino…”
“Eh?! Musashino?!!!”
Perempuan itu agak kaget dengan jawaban Grale. Tentu saja, karena seperti yang tadi kubilang sebelumnya, tujuan mereka itu sama.
“Eh, I,iya, kenapa? Jangan bilang hari ini libur…”
Yah, walaupun tidak mungkin, tetapi Grale sudah cukup was-was dan khawatir gara-gara respon yang diberikan perempuan itu.
“Eh, nggak lah!, masa aku udah cape-cape malah libur! Yang bener aja!...Hanya saja, tujuan kau dan aku sama!”
“Sama-sama Musashino ???”
“iya…”
“Musashino Art University???” Grale masih kurang percaya tujuan mereka sama, kalau-kalau salah tebak, bisa malu dia.
“iya! Masih ga percaya juga?” Perempuan itu melihat Grale dengan tatapan aneh.
“E, enggak…percaya deh percaya…”
Mereka pun memutuskan untuk pergi ke Musashino bersama. Diperjalanan, mereka hanya mengobrol tentang pekerjaan mereka. Bertanya soal ‘kenapa jadi guru seni?’ atau sebaliknya, ‘kenapa mau jadi guru di UKS?’, hanya seputar itu. Selebihnya hanya diam yang ada, menunggu sampai ke tempat tujuan.
“haaaa~ nyampe juga, eh! Bukan saatnya aku bersantai-santai!!!” Ucap perempuan itu. Ia langsung berlari menuju ruang rektor untuk melapor.
‘ia mau berlari sampai mana? Tapi katanya tadi ia akan ke ruang rektor sebelum mengajar…hebat sekali lari-lari di tempat luas seperti ini’
Grale hanya bergumam dalam hati tentang betapa hebatnya kalau perempuan yang ia temui itu berlari tidak henti sampai ke ruang rektor. Dan Grale baru menyadari sesuatu, bahwa tujuan mereka lagi-lagi sama, yaitu ruang rektor.
Sesampainya di ruang rektor…
Perempuan tadi pun ternyata sesuai dugaan, sampai duluan. Ternyata benar, ia berlari dari gerbang sampai ruang rektor. Dan alhasil, ia sampai dengan cukup terengah-engah.
Perempuan itupun mengetuk pintu , dan,
“O,ohayou gozaimasu!”
“ooo~ datang juga…kamu, yang mau mengajar jadi guru kesenian ya? Hmm…Kasugi…Fumi kalau saya tidak salah?”
“I,iya. Ah, maaf pak! Saya terlambat! Tadi ada sedikit kejadian yang aneh…”
“Aneh? Yah…yang penting kau sudah sampai disini…siap mengajar ‘kan?”
“Siap!”
“Baiklah…silahkan pergi ke ruanganmu”
Suara yang terdengar agak buyar dari luar, terdengar oleh telinga Grale yang sampai sekitar 15 menit kemudian. Setelah pembicaraan dan pemberian keterangan dari rektor MAU, pintu pun terbuka, dan Grale persis berada di sebelah pintu, menunggu perempuan tadi keluar.
‘Cklek’
“Ah, kau lagi…lagi-lagi, tujuan kita sama ya?!”
Perempuan itu baru sadar sepertinya…
“Iya, tentu saja…”
“Baiklah, aku duluan ya kalau begitu!” Perempuan itu pun pergi menuju kelas yang telah diberitahu sang rektor. Sementara sang rektor melihat ada seseorang lagi di depan pintu, yang tidak lain adalah Grale, dan kemudian mempersilahkan dirinya untuk masuk.
Seperti biasa, rektor itu member penjelasan yang diperlukan selama menjadi guru ruang kesehatan, dan peraturan-peraturan lainnya. Selesailah perbincangan formal itu, yang setelah itu Grale pun pergi menuju ruang kesehatan tempatnya bersan-, ehem, bekerja.
Tanya perempuan dihadapan Grale. Yahh, tujuan utama Grale tentu saja Musashino Art University. Begitu pula perempuan ini. Mrekea berdua saling tidak tahu menau akan tujuan kampus mereka yang ternyata sama itu.
“eetoo…saya mau pergi ke Musashino…”
“Eh?! Musashino?!!!”
Perempuan itu agak kaget dengan jawaban Grale. Tentu saja, karena seperti yang tadi kubilang sebelumnya, tujuan mereka itu sama.
“Eh, I,iya, kenapa? Jangan bilang hari ini libur…”
Yah, walaupun tidak mungkin, tetapi Grale sudah cukup was-was dan khawatir gara-gara respon yang diberikan perempuan itu.
“Eh, nggak lah!, masa aku udah cape-cape malah libur! Yang bener aja!...Hanya saja, tujuan kau dan aku sama!”
“Sama-sama Musashino ???”
“iya…”
“Musashino Art University???” Grale masih kurang percaya tujuan mereka sama, kalau-kalau salah tebak, bisa malu dia.
“iya! Masih ga percaya juga?” Perempuan itu melihat Grale dengan tatapan aneh.
“E, enggak…percaya deh percaya…”
Mereka pun memutuskan untuk pergi ke Musashino bersama. Diperjalanan, mereka hanya mengobrol tentang pekerjaan mereka. Bertanya soal ‘kenapa jadi guru seni?’ atau sebaliknya, ‘kenapa mau jadi guru di UKS?’, hanya seputar itu. Selebihnya hanya diam yang ada, menunggu sampai ke tempat tujuan.
“haaaa~ nyampe juga, eh! Bukan saatnya aku bersantai-santai!!!” Ucap perempuan itu. Ia langsung berlari menuju ruang rektor untuk melapor.
‘ia mau berlari sampai mana? Tapi katanya tadi ia akan ke ruang rektor sebelum mengajar…hebat sekali lari-lari di tempat luas seperti ini’
Grale hanya bergumam dalam hati tentang betapa hebatnya kalau perempuan yang ia temui itu berlari tidak henti sampai ke ruang rektor. Dan Grale baru menyadari sesuatu, bahwa tujuan mereka lagi-lagi sama, yaitu ruang rektor.
Sesampainya di ruang rektor…
Perempuan tadi pun ternyata sesuai dugaan, sampai duluan. Ternyata benar, ia berlari dari gerbang sampai ruang rektor. Dan alhasil, ia sampai dengan cukup terengah-engah.
Perempuan itupun mengetuk pintu , dan,
“O,ohayou gozaimasu!”
“ooo~ datang juga…kamu, yang mau mengajar jadi guru kesenian ya? Hmm…Kasugi…Fumi kalau saya tidak salah?”
“I,iya. Ah, maaf pak! Saya terlambat! Tadi ada sedikit kejadian yang aneh…”
“Aneh? Yah…yang penting kau sudah sampai disini…siap mengajar ‘kan?”
“Siap!”
“Baiklah…silahkan pergi ke ruanganmu”
Suara yang terdengar agak buyar dari luar, terdengar oleh telinga Grale yang sampai sekitar 15 menit kemudian. Setelah pembicaraan dan pemberian keterangan dari rektor MAU, pintu pun terbuka, dan Grale persis berada di sebelah pintu, menunggu perempuan tadi keluar.
‘Cklek’
“Ah, kau lagi…lagi-lagi, tujuan kita sama ya?!”
Perempuan itu baru sadar sepertinya…
“Iya, tentu saja…”
“Baiklah, aku duluan ya kalau begitu!” Perempuan itu pun pergi menuju kelas yang telah diberitahu sang rektor. Sementara sang rektor melihat ada seseorang lagi di depan pintu, yang tidak lain adalah Grale, dan kemudian mempersilahkan dirinya untuk masuk.
Seperti biasa, rektor itu member penjelasan yang diperlukan selama menjadi guru ruang kesehatan, dan peraturan-peraturan lainnya. Selesailah perbincangan formal itu, yang setelah itu Grale pun pergi menuju ruang kesehatan tempatnya bersan-, ehem, bekerja.
Langganan:
Komentar (Atom)



