kemarin malam saat bermain ke rumah editor XXX, saya pun dengan iseng menggambar Fumi...trus ditambahin disebelahnya pun Grale, namun belum selesai. Setelah itu saya dijemput, kemudian pulang.
Ditengah jalan, menuju rumah, kulihat motor ninja bewrwarna hitam melaju di depan kendaraanku. Karena aku suka ninja warna hitam aku pun membayangkan "kalo aku punya motor itu aku pinginnya yang warna hitam dove(ini gatau bener apa salah, istilah dovenya. Sebenernya yaaa yang cat nya tuh ga mengkilap, tapi rada kayak alumunium gitu lah)"
lalu mobilku berhasil mendahului si ninja hitam itu, dan ternyata...
yang menaikinya adalah, laki-laki dan seorang perempuan yang diboncengnya.
. . .
Saat itu aku hanya terbelalak, terbengong, mulut menganga, terdiam melihat pasangan itu...
benar-benar cenayang...
Ini adalah cerita tentang suatu keluarga yang mencoba untuk terlihat normal yang sebenarnya tidak...
Selasa, 19 April 2011
Sabtu, 02 April 2011
Sedikit dudel untuk mengisi blog /PLAK
ini Plio, disuruh authorXXX supaya digambar ceunah...
Ini juga diminta oleh Author Diel...Wolfwood chibi~
Ini gambaran Author Dell...Grale in WACOM pake yang punya Author Diel
Rabu, 23 Maret 2011
sapu
Siapa sangka sapu menembak
Bulu anay tebar berantah
tolong hati kunjung tak sama
pinta ampun sepi di luar
tidak tau apa dikata
sapu lari terbengkalai
pojok lara tak kunjung reda
pinggir hati tiba merana
andaikan tau mereka
banyak baik dari sapu
patah kayu teredam sunyi
tunggu sadar seabad lagi
tiba sudah tersadar lara
balik hati yang terbengkalai
tak biasa orang terpana
sakit jiwa sapu merana
tak benar apa dikata
tentang sapu silih perangah
suka sapu siapa tau
tak tau tak mau tau
akhirnya tau nuansa
terpesona bajing terkapar
gunung hati tingkat perhati
bahagia lumuri nadi
baru kini engkau tersadar
banyak baik sapu terlandas
tapi apa mereka tau
sapu merana diterjang abu
Bulu anay tebar berantah
tolong hati kunjung tak sama
pinta ampun sepi di luar
tidak tau apa dikata
sapu lari terbengkalai
pojok lara tak kunjung reda
pinggir hati tiba merana
andaikan tau mereka
banyak baik dari sapu
patah kayu teredam sunyi
tunggu sadar seabad lagi
tiba sudah tersadar lara
balik hati yang terbengkalai
tak biasa orang terpana
sakit jiwa sapu merana
tak benar apa dikata
tentang sapu silih perangah
suka sapu siapa tau
tak tau tak mau tau
akhirnya tau nuansa
terpesona bajing terkapar
gunung hati tingkat perhati
bahagia lumuri nadi
baru kini engkau tersadar
banyak baik sapu terlandas
tapi apa mereka tau
sapu merana diterjang abu
roda
Alunan lagu nan membuai
ikat jiwa nun berderai
luruhi jiwa tergerai
menarik tak kan terkulai
Dengan tutu indahku
buai penontong terpaku
kunjung gigiti kuku
hanya duduk dan terpaku
Indahnya tari ini
hias sepatu bertali
melambai lengan hati
lentik indah terperi
Sudut-sudut dipatuk
tempo terlalu marak
dari semalam suntuk
jelmaan burung merak
Kunjungan yang berlalu
tinggallah ku terpaku
entah jadi benalu
atau dengan serdadu
Diapit tutu indahnya
tegak nun gayanya
sekat air matanya
sigap songsong paginya
Esok cerah terperi
tak buatan nun hati
walau turun sampai pagi
hari ini naik lagi
ikat jiwa nun berderai
luruhi jiwa tergerai
menarik tak kan terkulai
Dengan tutu indahku
buai penontong terpaku
kunjung gigiti kuku
hanya duduk dan terpaku
Indahnya tari ini
hias sepatu bertali
melambai lengan hati
lentik indah terperi
Sudut-sudut dipatuk
tempo terlalu marak
dari semalam suntuk
jelmaan burung merak
Kunjungan yang berlalu
tinggallah ku terpaku
entah jadi benalu
atau dengan serdadu
Diapit tutu indahnya
tegak nun gayanya
sekat air matanya
sigap songsong paginya
Esok cerah terperi
tak buatan nun hati
walau turun sampai pagi
hari ini naik lagi
putaran
lempengan bunyi, berdentum bagai angin
merah laut mendendam angan
simfoni gelap penyayang cahaya
tidakkah ia berlari, memasuki kelebat angin
menemukan dirinya teruntai dalam kegelapan selamanya
Tak kunjung menemukan ujung jurang itu
pemisah antara dunia nyata dan angan
menolak kemerlap air untuk hatinya
tak bisa bicara lagi, ia telah mati
hatinya mati
tak ada yang tau, hanya berjalan
mencoba memisahkan perekat itu
merekatkan retakan itu
sama saja jadinya
kau hanya sampah
bayangkan saja rerumput awan menari
dan ia berdiri diatas jarum memanggul gunung
tak bisa
jangan sia-sia
hari ini tak tenang kembali
mau kau apa juga
tetap serahkanlah semua
jangan berlari di atas air
atau kau akan jatuh pada hampa
dan terbaring mati selamanya
merah laut mendendam angan
simfoni gelap penyayang cahaya
tidakkah ia berlari, memasuki kelebat angin
menemukan dirinya teruntai dalam kegelapan selamanya
Tak kunjung menemukan ujung jurang itu
pemisah antara dunia nyata dan angan
menolak kemerlap air untuk hatinya
tak bisa bicara lagi, ia telah mati
hatinya mati
tak ada yang tau, hanya berjalan
mencoba memisahkan perekat itu
merekatkan retakan itu
sama saja jadinya
kau hanya sampah
bayangkan saja rerumput awan menari
dan ia berdiri diatas jarum memanggul gunung
tak bisa
jangan sia-sia
hari ini tak tenang kembali
mau kau apa juga
tetap serahkanlah semua
jangan berlari di atas air
atau kau akan jatuh pada hampa
dan terbaring mati selamanya
......
Kau yang berbuat jahat, kau mungkin memang jahat, dan permainan dalam diam ini mungkin kau rasa kemenanganmu, tapi...
dasar naif
Aku tau, haha dan taukah kau? Kau salah berbuat jahat...
kau menjahati orang jahat
yang sama-sama egois, kita berdua ingin manang kau tahu. Kita saling melirik dan bersiasat jahat di belakang. Mungkin aku akan kalah, tapi kau berbuat salah.
jangan kau pikir dunia ini milikmu, tak selamanya kau akan menang.
mungkinkah aku akan menang?
Mungkin saja
hahaha
dan satu lagi yang harus kau tahu, aku lebih jahat darimu...
dasar naif
Aku tau, haha dan taukah kau? Kau salah berbuat jahat...
kau menjahati orang jahat
yang sama-sama egois, kita berdua ingin manang kau tahu. Kita saling melirik dan bersiasat jahat di belakang. Mungkin aku akan kalah, tapi kau berbuat salah.
jangan kau pikir dunia ini milikmu, tak selamanya kau akan menang.
mungkinkah aku akan menang?
Mungkin saja
hahaha
dan satu lagi yang harus kau tahu, aku lebih jahat darimu...
...
Disaat Kau mencintaiku, kau mengejar dan terus membuatku mencintaimu. Kau terus membuatku terjebak dalam sarang di hatimu dan tak ada orang lain yang tau. Tetapi disaat aku telah mencintaimu, kau malah mempermainkaku seperti boneka yang tak berdaya. Kau bersikap seakan kau orang yang paling di dambakan sehingga aku sangat pantas mencintaimu. Kau mungkin memang memilikiku, tapi tidak selamanya. Karena perbuatan busukmu lah yang akan menghancurkan dirimu sendiri. Aku memang mencintaimu, dan kau juga mungkin mencintaiku, tapi...
bukan begini caranya...
Egois!
bukan begini caranya...
Egois!
Langganan:
Postingan (Atom)


